Showing posts with label Abroad. Show all posts
Showing posts with label Abroad. Show all posts

Tuesday, 6 August 2013

Golden Mountain Temple

Selain Wat Suthat, di jantung kota Bangkok juga terdapat Golden Mountain Temple yang sayang untuk dilewatkan. Kalau Wat Suthat memiliki keistimewaan dengan keberadaan Red Great Swing, lain halnya dengan Golden Mountain Temple. Lain halnya dengan wat yang lain, letak Golden Mountain Temple yang di atas gunung, memiliki pemandangan kota Bangkok yang tiada duanya. Dari Golden Mountain Temple kita bisa melihat kota Bangkok secara keseluruhan. Bahkan salah satu sisinya terdapat pemandangan Grand Palace dan Wat Arun.
 
Salah satu lambang dalam Chinese Zodiac

Puncak Golden Mountain Temple


Golden Mountain Temple atau Wat Saket terletak di dekat boat station. Hanya butuh waktu lima menit untuk sampai di sini dari boat station. Aku berangkat dari Lad Phrao MRT station kemudian turun di Petchaburi station kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan boat. Karena letak Wat Saket di pusat kota Bangkok, jadi pilihan yang bijak jika memilih transportasi ini daripada harus berlama-lama mengikuti arus traffic jam di kota Bangkok.

Tampak dari bawah Golden Mountain Temple

Setelah masuk di Wat Saket, kita akan disuguhi dengan pemandangan patung binatang yang berkaitan dengan Chinese Zodiac. Letak Wat Saket ini di tempat yang lumayan tinggi, jadi untuk sampai ke temple harus berjalan ke atas melalui tangga. Untuk sampai di temple kita harus menaiki kurang lebih 318 anak tangga. Dalam perjalanan ke atas, akan ditemukan deretan lonceng-lonceng keberuntungan dan kursi-kursi, yang bisa digunakan untuk beristirahat sejenak jika lelah mendaki. Juga bisa mainan lonceng dulu. Huehehe..

Deretan lonceng keberuntungan


Kemudian hanya butuh 15 menit berjalan untuk sampai di atas Golden Mountain Temple. Dan di atas kita akan menemukan patung Budha dan tempat untuk berdoa pemeluk agama Budha. Tidak dipungut biaya untuk masuk ke Golden Mountain Temple ini. Opening hours antara pukul 08.00 – 17.00 setiap hari.

Pemandangan Bangkok dilihat dari Golden Mountain Temple

Patung Dewi Kuan Im

Monday, 5 August 2013

Wat Suthat

Thailand adalah Negara yang terkenal dengan mayoritas penduduknya beragama Budha. Jadi hal yang lumrah jika di Bangkok terdapat banyak sekali temple (wat). Salah satu temple yang sayang untuk dilewatkan jika berkunjung ke Bangkok adalah Wat Suthat. Wat Suthat adalah temple yang teretak di Old City of Bangkok tepatnya di depan City Hall of Bangkok.

Wat Suthat adalah temple yang berbeda dari temple yang lain. Seperti kita ketahui bersama, temple memiliki arsitektur yang megah dan memanjakan mata, tapi jika ke Wat Suthat, selain bisa menikmati arsitektur dan ukiran kita juga bisa melihat Red Giant Swing yang terletak di depan pintu masuk Wat Suthat. Red Giant Swing ini konon dipakai untuk merayakan upacara ‘thankgiving’. Menurut cerita Mentor dari Thailand kemarin, aturan dalam Red Giant Swing ini adalah pemuda diayunkan dari Red Giant Swing untuk meraih tas berisi koin dengan menggunakan gigi mereka.

Bagaimana nasib pemuda selanjutnya? Selain pemuda yang berhasil meraih tas berisi koin, tidak sedikit pemuda yang terluka bahkan meninggal karena tradisi ini. Kemudian pada tahun 1932, tradisi ini dihentikan, namun keberadaan Red Giant Swing masih dipertahankan sampai saat ini.

Kemudian kita dibawa ke dalam Wat Suthat. Seperti temple yang lain Wat Suthat memiliki arsitektur yang mengundang decak kagum. Selain itu ukiran yang terdapat di pintu dan bangunan Wat Suthat tidak kalah mengundang perhatian. Di dalam Wat Suthat terdapat patung Budha setinggi lebih dari 5 meter dan dilapisi emas. Patung Budha ini dibangun ketika masa King Rama I dan baru selesai pada masa King Rama III. Jadi sampai saat ini umur patung Budha di Wat Suthat mencapai lebih dari 200 tahun. Selain patung Budha di dalam, terdapat deretan patung Budha dengan ukuran lebih kecil dari serambi bangunan Wat Suthat.

Wat Suthat terletak tidak jauh dari kompleks Temple of Emerald Budha, Grand Palace dan Wat Pho. Jadi jika sudah selesai mengunjungi beberapa tempat tersebut, bisa datang ke Wat Suthat ini. Selain pemandangan yang sayang untuk dilewatkan jam buka Wat Suthat juga mendukung untuk manjadi tempat yang dikunjungi paling akhir karena opening hours nya setiap hari dari pukul 08.30-21.00.


Red Great Swing

Tampak depan Wat Suthat

Patung Budha di Wat Suthat

Deretan patung budha di serambi Wat Suthat

City Hall of Bangkok

Sunday, 4 August 2013

Glamorous Asiatique

S̄wạs̄dī.. Kali ini saya akan bahas mengenai salah satu tempat wisata yang recommended untuk dikunjungi ketika berkunjung ke negara Gajah Putih, Thailand. Nama tempat ini adalah ASIATIQUE! Awalnya saya tahu Asiatique ini dari Kak Alfa. Kak Alfa adalah teman saya yang sekarang sedang menempuh studi di Kasetsart University. Waktu lihat bianglala Asiatique di instagram Kak Alfa langsung pengen banget ke sana dan secara ndak diduga kesampaian juga ke sana.

Jadi ceritanya bulan Juli kemarin saya berkesempatan mengikuti ASEAN Workshop on the Role of Youth in Green Consumption di Bangkok selama tujuh hari. Di sela-sela jadwal workshop yang sangat padat, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Asiatique yang sejak awal sudah menarik perhatian saya. Dengan bantuan Kak Alfa yang secara sukarela mengantar saya, akhirnya saya pun berhasil mengunjungi Asiatique yang aslinya benar-benar sangat keren! Berikut cerita lengkapnya.

ASIATIQUE tampak dari fery.

How I got there?
Selama di Bangkok saya menginap di Siam@Siam Hotel. Siam@Siam terletak di pusat Kota Bangkok. Satu kawasan dengan MBK dan tepat di depan National Stadium. Dari Siam@Siam, saya berjalan ke BTS National Stadium. Dari sini saya mengambil rute Saphan Thaksin. Biaya untuk sampai di Saphan Takshin adalah 37 THB (1 THB = 360 IDR per Juli 2013). Tiket bisa dibeli di mesin pembelian yang ada di luar gate masuk stasiun BTS. Mesin pembelian tiket ini hanya menerima koin, jadi kalau tidak punya koin Baht lebih baik ditukar dulu di counter tiket yang ada di pintu masuk BTS. Dari sini, saya mampir di Interchange Siam, meeting point saya dengan kak Alfa.

Dari sini kami naik BTS ke Saphan Takshin. Untuk sampai di Saphan Takshin, kira-kira butuh waktu 15 menit. Sesampai di Saphan Thaksin kemudian ke tempat penyeberangan kapal feri yang ada di luar stasiun. Kapal fery ini disediakan secara gratis dan mulai beroperasi dari pukul 16.30-23.30. Karena disediakan gratis jadi jangan heran kalau antrian untuk naik kapal fery ini sangat panjang. Waktu tempuh dari Saphan Thaksin ke Asiatique kira-kira 15 menit. Dan selama 15 menit ini saya disuguhi pemandangan keren khas Chao Phraya river di malam hari. Selain pemandangan gedung-gedung indah, saya juga disuguhi pemandangan kapal-kapal yang disewakan untuk para turis menikmati indahnya Chao Phraya river.

Asiatique, saya bisa menikmati pemandangan gedung-gedung tinggi Bangkok.
 Akhirnya setelah 15 menit mengarungi Chao Phraya river, kami pun sampai di Asiatique. Dan saya kemudian menyimpulkan bahwa untuk melihat nuansa kota pelabuhan Kota Bangkok ya disinilah tempatnya. Yak semua diset semacam kota pelabuhan yang di film-film pernah saya tonton sebelumnya. bahkan saya sempat membayangkan adegan lambai-lambai tangan Kate Winslet dan Leonardo di Caprio di film Titanic. lol


Jadi apasih Asiatique itu sebenernya? Penjelasan mengenai Asiatique dalam promosi pariwisata Thailand digolongkan sebagai Bangkok Night Market. Tapi daripada nyebut Asiatique sebagai night Market, saya malah prefer menyebut Asiatique sebagai Shopping Center. Karena benar di Asiatique ini dijual berbagai macam barang, dari baju, sepatu, aksesoris, hingga souvenir khas Thailand. Selain itu di Asiatique juga terdapat stan-stan makanan, dan ketika saya berkunjung bertepatan dengan festival makanan halal dari Southern Thailand.

Di Asiatique sendiri dibagi menjadi empat area.

Area yang pertama adalah The Factory District. Di sini adalah pusat shoping yang terdiri dari 1500 toko dan area ini terletak di old Warehouse. Kalo mau nyari baju, souvenir, kerajinan, alat-alat rumah tangga, ya di sinilah tempatnya. Di sini saya sempat membeli souvenir. Harganya kalo dibandingkan dengan Chatuchak ato MBK relatif sama. Asal ditawar aja sih dan tau NET untuk souvenir macam itu berapa. Hehe :D apalagi kalo bilang dari Indonesia, mereka akan sangat bahagia dan ngasih harga murah. (Ini menurut pengalaman saya ya. Karena tahun sebelumnya ketika saya membeli souvenir di Chatuchak malah ibu penjual nya memberi saya bonus souvenir karena anaknya sekolah di Indonesia. How lucky I am :D)

Area yang kedua adalah The Waterfront District. Area ini adalah area yang paling awal dilihat setelah turun dari feri. Di sini deretan restaurant mahal dan tempat pagelaran semacam konser, festival dan perayaan.

Area yang ketiga adalah The Down District. Area ini tempat bercampurnya budaya Thai dan Barat. Actually I don’t know where it is. XD

Area yang keempat adalah The Chareonkrung District. Di sini terdapat toko-toko eceran yang jual kerajinan tangan, dekorasi rumah, dll.
Ini bagian Factory District Asiatique.

Di Asiatique juga merupakan tempat yang pas untuk wisata kuliner berbagai macam jenis makanan dari mancanegara but ngga recommend banget buat kantong pelajar apalagi backpacker. Jadi kalo mau ke sini mending makan dulu di lain tempat. Kalo saya kemarin karena berangkat pas waktu buka puasa, jadilah mau ngga mau harus buka di Asiatique dan di KFC! Yaitulah harga yang paling terjangkau. Setidaknya itu saran Kak Alfa. Hehe :D

Asiatique adalah tempat yang sarat akan nilai sejarah Thailand karena dulu tempat ini merupakan pusat perdagangan ketika bangsa barat datang ke Thailand. Dan perlu diketahui juga bahwa Thailand adalah satu-satunya Negara yang ndak pernah ngrasain dijajah sama bangsa Barat karena kerajaannya pinter berdiplomasi. Dan di Asiatique kita juga bisa lihat kereta dari abad 19 kata Kak Alfa kereta itu adalah hasil barter dengan hasil panen di Thailand. Untuk lebih jelasnya mengenai sejarah Asiatique ini bisa disearch di youtube. Banyak video yang berkaitan dengan promosi Asiatique karena Asiatique ini masih dalam masa promosi dan dibukanya pun baru Mei 2012 kemarin.
Ke Bangkok, untuk dapet pemandangan yang worth it harus nyempetin ke sini, lumayan bisa buat foto-foto. lol

Festival makanan halal dari Southern Thailand.
 
Ini dia bianglala Asiatique. You have to pay 250 THB untuk mencoba bianglala ini. Mahal T.T

photos are taken by: Aldian Farabi

Thursday, 1 August 2013

Birds Eye View of Bangkok (In Relation with ASEAN Workshop)

Third day of Workshop, we had two activities. Those are country presentation and birds eye view of Bangkok. What I going to share now is the second one. So Lets start!

After each countries have their presentation, then the activities continued by visit city farm project: alternative of city people (located at Ladphrao 71). In city farm we met  P’Prince. P’Prince has a urban garden in Bangkok. He said, "I love being farmer. Once you do what you love. Your world view will change." Another one positive against the current in urban area. Here, He explained everything about his farm and what he have done for his farm and people surround him. He started his farm since 5 years ago. Then he came to question,"Why should we do city farm?"

Here the answers.
First one was common crisis. In order to face economy crisis, people needed to produce their own food by doing city farm so that they come to food security. It can be interesting if family has their own garden. They can take vegetables from their garden. 
Second was climate change. Nowadays climate change made everything changed. Doing city farm will helps us make it better,
Third, Sustainable agriculture comes to sustainable consumption.
 Besides, P'Prince also has programs related to city farm. That was organic food education and garden picnic.

After observing P’Prince’s garden, we moved to other City Farm which build by P’Oh. P'Oh has organic garden. He invested six million on football field and converted it to be integrated garden according to King's economic sufficient philosophy. P’Oh said,”no worries about income-outcome because living life this way doesn't need income for surviving. Food is all around you.” P’Oh gave a lot of explanation about City Farm and his thought about how people in City should be in order to make green area in City.

Then activities is continued by explore and orientate Birds’ Eye View of Bangkok. This activities started from Ladphrao MRT station. Delegates and their mentor started to take public transportation for their activities. 

Firstly we took MRT from Ladhprao to Petchaburi station in order to go to Chao Phraya River. After we arrived at Petchaburi station near Chao Phraya River then we took boat and explore Chao Phraya river and started think why people still use boat as transportation tools even it was very dangerous. Then we also though why people still throw their rubbish to the river besides they used river for their life. We came to the discussion and continued orientate Bangkok and we arrived at Golden Temple by walking around 1 km. After that we came to Sutus Temple by walking for about 3 km, and went back hotel by Taxi and Tuk-tuk. Bangkok has very bad traffic in evening!

Arriving in Hotel, delegates had to gather at 6th floor to have discussion. After having dinner, Mr Kanaruth Mingmethaporn and team gave presentation about How Bangkok can become a green city. Besides Mr Kanaruth Mingmethaporn explained about transportation in Bangkok, from Bangkok Mass Transit System, MRT (Metropolitan Rapid Transit) and Airport Link State Railway of Thailand.

After have an explanation from him, then delegates asked to gather with their own group then having a discussion about City Farm and Green City which consist of three circles. That was economy, environment, and society with sustainable development in the center of it. Every members of group should gave their idea about city farm and green city, then two of representative each group would presented group discussion result.

Third day activities ended at 21.00, before delegates left the room, Mr Kanaruth Mingmethaporn gave explanation about activities in the next day. After that delegates took a rest for tomorrow’s activities. 

“Children having fun without responsibility. Youth can do anything with more responsibility and adult should has responsibility. Since you are youth, please try to have a good responsibility for your environment.”

-- am in rural area now, can't upload photos of those activites. In time I have better connection, 'll do that. Be patient waiting. Cheers! --

Tuesday, 16 July 2013

Greeting from Bangkok

Hi Pals.

Finally yesterday I arrived in Bangkok. Even that was the second time for me but my feeling is still the same with last year. Since last year I went there by bus and yesterday I went by plane. Thai Airways. Yeah yesterday is my first experience to flight with this superb airlines in Thailand. With the tagline 'Smooth as silk' Thai Airways gave us facilities like we were the prince and princess of Kingdom of Thailand. Haha. I am little bit hyperbole :-P

Thai Airways in Soetta
Having 3 hours 15 minutes journey in the air, I arrived at Suvarnhabhumi International Airport. After had an immigration process, then we proceeded to Baggage claim then met ASEAN Workshop Official.

Sunset from my room at siam@siam Hotel
Then we went to Siam@siam Hotel. Now we are preparing for Country Presentation tomorrow morning.

Monday, 11 March 2013

Bangkok part II


Perjalanan ke Bangkok telah melewati Kampung Muslim, Wat Arun, Grand palace dan MBK. Selanjutnya tempat wisata yang recommended untuk dikunjungi di Bangkok adalaaaaahhh jeng jeng jeng. Check this out you Guys!

Madame Tussauds
Madame Tussadus adalah museum lilin. Dulu awal berdiri Madame Tussasud hanya ada di London. Tapi seiring perjalanan waktu akhirnya dibuka cabang-cabang Madame Tussauds di beberapa kota besar di seluruh dunia. Salah satunya di Bangkok. Di Madame Tussauds terdapat banyak sekali patung lilin. Patung lilin berbeda dengan patung-patung yang lain. Patung yang ada di Madame Tussauds ini sangat menyerupai aslinya. Kenapa dinamai Madame Tussauds karena patung lilin ini dibuat oleh Marie Tussaud yang memang seorang sculptor.
Pertama masuk Madame Tussauds pasti bakalan kaget gegara patung-patungnya sangat mirip aslinya. Di Madame Tussauds bisa ditemukan patung-patung tokoh terkenal dunia. Seperti, Lady Diana, Albert Einstein, Dalai Lama, Aung San Suu Kyi, Tiger Woods, David Beckam, CR7, dan lain-lain. Termasuk Oprah dan Barack Obama serta Michele Obama.
Selain patung-patung di Madame Tussaud juga ada beberapa games yang bisa dimainkan oleh pengunjung.

Mia sama CR7

Di ruag kantornya Barack Obama

Tiger Woods

Aku lupa ini siapa >,<


Chatuchak Market
Chatucak market termasuk pasar akhir pekan terbesar di dunia. Dii sini dijual berbagai macam barang khas Thailand dan harga-harganya relatif murah. Chatuchak market sangat terkenal dan digemari oleh baik warga Thailand maupun turis mancanegara.

Chatuchak Park

Chatuchak Park

Suasana Chatuchak Market

Jenis barang yang dijual di Chatuchak Market

Ada penjual kain juga di Chatuchak Market


Rong Aroon School
Rong Aroon School bukanlah sebuah tempat wisata. Tapi ini adalah salah satu tempat yang recommended juga untuk dikunjungi jika berkunjung ke Bangkok.
Roong Aroon School merupakan sekolah yang didirikan oleh organisasi non profit yang bergerak di bidang pendidikan pada tahun 1997. Sekolah ini terdiri dari 3 departemen atau tingkatan yang masing-masing berdiri secara mandiri namun masih dalam satu area. Ke tiga department tersebut adalah TK dan Level 1 untuk anak usia  3-6 tahun. Kemudian Primary school/sekolah dasar  untuk anak usia 7-11 tahun. Dan yang terakhir adalah Secondary School untuk remaja berusia 12-17 tahun.
Sekolah ini sangatlah unik dan memiliki system kurikulum yang berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya. Disana, siswa-siswa diajarkan untuk senantiasa bersahabat dengan alam. Hal tersebut dapat dilihat dari latar sekolah yang mengitari sebuah danau, dengan berbagai tumbuhan dan pepohonan yang menyejukkan pandangan. Selain itu, mereka juga diajarkan untuk meningkatkan potensi yang mereka miliki dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan seperti lapangan futsal, tempat memancing, lahan untuk bela diri, rumah pohon, dsb.

Kunjungan di Roong Aroon School 
Ruang belajar siswa primary Class Roong Aroon School

Bangunan Roong Aroon School

Nic, siswa dari Belanda yang belajar di Roong Aroon School

Bersama siswa High School Roong Aroon

Kelas Memasak

Kelas siswa berkebutuhan khusus




Saturday, 9 March 2013

Bangkok part I

Bangkok. Kalo dulu waktu masih kecil denger kata Bangkok pertama kali pasti diikutin nama buah. Ada Jeruk Bangkok, Jambu Bangkok, Pisang Bangkok, Tela Bangkok #eh. Trus ada lagi dulu waktu masih Sekolah Dasar, ngapalin nama sungai. Salah satunya Chao Phraya. Sungai yang jadi sumber hidup buat bangsa Thailand. Dulu waktu umur segitu cuma bisa baca sama ngapalin nama-nama tempat. Kadang punya cita-cita juga biar bisa ke tempat-tempat itu suatu saat nanti.

Dan emang bener kata sebuah quote, entah dari siapa, yang bilang,'apa yang terjadi saat ini sedikit banyak dipengaruhi apa yang kamu baca dulu.' Aku salah satu yang percaya sama quote ini. Beberapa kali ngalamin kejadian, yang kayak de javu tapi waktu diinget-inget lagi ternayata itu bagian dari apa yang aku baca beberapa tahun silam.

Sebenernya post ini bukan mau bahas tentang mimpi ke Bangkok atau quote seseorang, Aku cuma mau cerita tempat-tempat wisata yang kira-kira recomended buat dikunjungi di Bangkok. Harusnya post ini dibuat bulan Agustus tahun lalu, tapi berhubung dulu males nulis gara-gara file foto masih dibawa Ari, jadi baru nulis sekarang (padahal belum dikasih juga file fotonya T.T ). Tapi seenggaknya ada beberapa foto yang bikin rajin nulis #eh

Perkampungan Muslim Bangkok (Charoen Krung Road)
Pertama kali datang di Bangkok, yang terpikir pasti 'dimana cari makanan halal?' (buat yang Muslim pasti). Tempat pertama yang baik buat dituju adalah Charoen Krung Road. Di sini banyak makanan halal karena memang perkampungan muslim.

Sarapan di kawasan Muslim Bangkok

Wat Arun
Wat Arun merupakan candi yang terletak di tepi sungai Chao Phraya. Candi ini terbuat dari pecahan-pecahan keramik. Konon pecahan-pecahan keramik ini didapat dari Kapal Saudagar China yang karam di Sungai Chao Phraya. Pengunjung Wat Arun dapat naik ke puncak candi dengan menaiki tangga yang cukup curam. Wat Arun ini juga terdiri dari sebuah pasar cinderamata. Harga-harga di Wat Arun ini cukup murah dan yang pasti bisa ditawar. Jadi misal mau cari oleh-oleh saat berkunjung ke Bangkok, tempat ini sangat recomended dah.

Untuk sampai di Wat Arun ini mudah. Bisa naik tuk-tuk (kendaraan khas Thailand) atau naik bus dengan tujuan Grand Palace (Istana Kerajaan Thailand). Dan inilah rupa Wat Arun:

Wat Arun


Di Wat Arun kita juga bisa ngasih makan ikan patin yang ada di sungai Chao Phraya. Konon kepercayaan orang Thailand bahwa ikan-ikan patin tersebut keramat. Jadi, tidak boleh dipancing. Ndak heran walaupun ikan patinnya gempal tapi ndak ada satupun yang mancing di sekitar situ.

Selain itu di sekitar Wat Arun juga ada sekumpulan burung dara yang akan berkumpul dan selalu menghampiri pengunjung yang ngasih makan. Makanan burung dara bisa didapat di tempat itu juga dengan mengambil di mesin. Dengan 10 Baht kita bisa mengambil pakan seember kecil. Nah momen ini asik banget buat foto. Beginilah jadinya:

Memberi makan ikan patin

Bagian dalam Wat Arun


Memberi makan burung dara

Grand Palace
Grand Palace adalah kompleks bangunan istana di bangkok. Istana  ini berfungsi sebagai kediaman Raja-raja Thailand dari abad ke-18. Bangunan Grand Palace ini sangat megah dan bikin berdecak. Untuk memuaskan mata, tempat ini sangat disarankan untuk dikunjungi kalau berkunjung ke Bangkok. Seperti inilah  rupa Grand Palace dari depan.

Grand Palace
MBK
Saat teman bilang akan antarkan ke MBK, aku kira kepanjangan dari MBK adalah Mall of Bangkok. Tapi ternyata itu salah Guys. T.T MBK adalah Ma Bhoon Khrong. MBK adalah sebuah Mall yang ada di Bangkok. Sangat besar dan keren. Tapi harga di sini mahal. Dibanding di Wat Arun harga cinderamata di MBK relatif mahal. So, MBK ndak recomended untuk beli cinderamata.

Tunggu lanjutannya di Bangkok part II ya Guys. :D

Monday, 17 September 2012

Friendly Hatyai


Ehhmmm.. Setelah kemarin, Mia nulis tentang perjalanan sampai Malaysia, kini saatnya buat cerita perjalanan ke Hatyai. Ndak banyak yang bisa diceritain sih sebenernya. Mengingat dulu waktu perjalanan ke Hatyai kita ambil perjalanan malem. Dari Kuala Lumpur yang dijadwal bus kita berangkat pukul sebelas setengah (artinya setengah 12 ;p) ternyata bus nya dateng ke depan Seven Eleven pukul duabelas setengah. Padahal kami udah deg-degan kalo busnya ndak dateng. Eh, waktu kita udah hilang harapan, busnya dateng dah. Bus yang kami tumpangi namanya “Konsortum Bus Express”.

Setelah bus datang kami ndak buang-buang waktu lagi langsung dah masuk ke dalam bus. Dalam bus ini ndak ada sistem nomor tempat duduk. Jadi kami bebas mau duduk dimana. Akhirnya Mia sama Penny jadi satu tempat duduk sedangkan Mbak Atin sama Ari. Naah di sini nih Mia baru bisa tidur. :D Busnya nyaman banget euy. Sampai-sampai waktu berangkat yang duabelas setengah, Mia langsung tidur, bangun-bangun udah pukul empat setengah+satu suku alias 4.45 Waktu Malaysia. Mata mengerjap, masih pengin tidur, liat samping, Penny juga masih tidur, Langsung pasang ‘eye shade’ lagi buat lanjutin tidur. Lah, ndak sholat subuh? Jam segitu di Malaysia belum Sholat Subuh euy. Soalnya beda waktu satu jam :D Jadi asumsi Mia, itu belum waktu Sholat.

Akhirnya pukul lima setengah bus berhenti di daerah perbatasan. Namanya Ipoh. Ipoh ini kota perbatasan di sebelah Utara Malaysia. Di sini seperti pool bus kalo di Indonesia. Kami bisa makan dulu atopun Sholat. Berasa bus berhenti, kami semua bangun dan lihat jam. Langsung ambil air Wudhu, kami pun melaksanakan Sholat Subuh. Makan? Belum kepikiran sebelum sampai di Hatyai. Hehe. Berasanya masih deg-degan. (yang ngrasain ini Mia aja ato yang lain juga ngrasain hal yang sama yak?) Intinya kami belum makan waktu busnya berhenti di Ipoh.
Di sini juga paspor kami diminta sama petugas busnya, untuk diselipin kartu imigrasi. Waktu paspor diminta, Kami ndak takut misal paspor kami dibawa ato gimana, soalnya sebelum perjalanan ini, kami sudah browsing banyak hal tentang nyebrang ke daerah perbatasan. Beberapa saat kemudian, Bapaknya Arab (iya bener bapaknya karyawan bus ini orang keturunan Arab) dateng lagi nemuin kita buat ngembaliin paspor plus kartu imigrasi yang udah diisi lengkap informasi yang dibutuhkan di kartu imigrasi. Cuuusss setelah semua beres, bus kembali lagi melakukan perjalanan. Apakah masih lama? Ntahlah saat itu kami semua ndak tau masih lama atau ndak. Yang pasti setelah beberapa saat perjalanan, kami sampai di Pejabat Imigraseen Tanah Hitam Malaysia. Di kantor ini, semua harus turun namun tidak perlu menurunkan barang bawaan. Hanya penumpangnya saja. Setelah Paspor dicap dengan tanda keluar oleh petugas, kami pun masuk bus lagi. Setelah penumpang sudah komplit, bus kembali berjalan, dan hanya beberapa saat kami tiba di Kantor Imigrasi untuk masuk Negara Thailand. Di sini kami diminta turun dengan membawa barang bawaan kami.

Ndak seperti waktu di Malaysia, saat di Thailand ini banyak banget antriannya. Padahal ada tujuh loket kalo ndak salah. Loket 1-5 untuk pejalan kaki (Mia dan temen-temen lewat loket ini pemeriksaannya). Loket 6-7 untuk pengendara mobil ataupun bus. Setelah beres urusan imigrasi, kami berempat kembali ke bus dan setelah penumpang semua kembali kami pun melanjutkan perjalanan. Saat perjalanan inilah ada rasa bangga yang tiba-tiba muncul. Walaupun saya (bukan) penggemar band Melayu, mendengar lagu mereka diputar di bus waktu perjalanan menuju Hatyai itu rasanya baru aja sampai di negeri orang tapi langsung dideportasi (maksudnya kayak lagi di rumah sendiri. Soalnya kanjeng Mami penggemar W*li Band T.T) Ternyata berita-berita yang ada di Indonesia, kalo band-band kita laris manis di negeri seberang tuh bukan cuma isapan jempol aja. :D

Pukul setengah sembilan pagi akhirnya kami sampai di Hatyai. Kami diturunkan di depan loket penjualan tiket bus ke Bangkok. Kami langsung masuk ke tempat itu dan mencari tiket buat lanjut perjalanan ke Bangkok. Ada banyak pilihan waktu dan harga bus untuk menuju Bangkok. Mia dan temen-temen memutuskan buat ambil bus yang harganya 850 Baht atau sekitar 255,000 rupiah. Jadwal perjalanan masih cukup lama yakni pukul setengah 5 sore. Ndak seperti Malaysia yang beda waktu satu jam dengan indonesia, Thailand ndak punya beda waktu dengan Indonesia. Jadi setngah lima waktu Thailand berarti setengah 5 waktu Indonesia juga. :D

Seperti rencana awal, setelah beres dan mendapat tiket bus menuju Bangkok, Mia memutuskan untuk cari kounter untuk membeli nomor Thailand dan segera mengganti nomor untuk menghubungi teman-teman (baca: Lohmi dan Asma). Tidak perlu mencari cukup lama karena di depan penjual tiket ternyata ada yang jualan! Tanya tanya harga ternyata harganya 150 Baht. Yang konon akhirnya ternyata cuma isi pulsa sebesar 50 Baht. T.T

Karena sebelumnya Mia udah punya nomor handphone Lohmi dan Asma, setelah punya nomor Thailand, langsung dah hubungi mereka. Ternyata Asma masih bekerja dan Lohmi masih di Asrama temannya. Alhasil kami masih sendirian untuk beberapa saat. dan selama masa kesendirian kami ini (ceile :D ), kami memutuskan buat jalan-jalan di daerah sekitar. Setelah puas jalan-jalan, akhirnya Mia dan temen-temen bisa ngrasain kalo perut lagi laper. Karena khawatir makanan yang dijual ndak halal, seperti pesan Melina, akhirnya kami memutuskan untuk membeli nasi di Seven Eleven. Harga nasi di Seven Eleven ini beragam. Dari 27-45 baht. Dan inilah gaya waktu makan di pinggir jalan Kota Hatyai.

Nasi Seven Eleven :D
Setelah kenyang makan ada telpon masuk dari Lohmi ngasih tau kalo sebentar lagi dia datang. Setelah menutup telpon, giliran telpon dari Asma yang menginfokan kalo rumah makan punya ibunya di deket tempat kami makan tadi (T.T terlanjur makan nasi instan), kami disuruh untuk segera datang ke sana. Nama rumah makannya "Hamid Rastaurant'. Advise nih buat temen-temen yang mau berkunjung ke Hatyai bisa diagendakan buat mampir ke rastaurant ini karena restauran milik Ibu Asma menjual masakan Halal yang notabene susah dicari di sini. 

Kayaknya  tulisan bikin bosen yak guys? Miaa tampilin foto-foto aja yak. huehehe (Padahal Mia yang udah bosen :p )

Ini udah di Restoran Ibunya Asma. (Belum ada Lohmi)

Ini di Jalanan kota Hatyai

Ini tuk-tuk di Kota Hatyai. Berbeda dengan tuk-tuk yang ada di Bangkok.

Pertokoan di Kota Hatyai

Berfoto bersama Ibu Asma

Persiapan berangkat ke Bangkok

Bus jurusan Bangkok :D

Asma dan Norma, teman-teman Darmasiswa tahun 2010

Makan malam saat perjalanan ke Bangkok bersama Lohmi :D