Tuesday, 21 November 2017

Man made borders not to limit himself but to have something to cross.

-anonymous

Monday, 11 July 2016

Permulaan Baru

Sejak saya diwisuda bulan Maret 2015 silam, dan mulai bekerja di beberapa sekolah dan sebuah lembaga bimbingan belajar, saya merasa menjadi pribadi yang stagnan. STAGNAN. Kata yang saya gunakan untuk menggambarkan perjalanan tahun 2015 saya kemarin. Saya terlupa atas cita-cita yang dulu selalu digaungkan dalam hati, tujuan hidup yang sesungguhnya ingin segera dicapai.

Bulan Februari 2016, satu tahun sudah melakukan rutinitas baru sebagai guru, namun masih merasa ada sesuatu yang kurang dalam diri saya. Perasaan ini jujur sangat mengusik saya. Keterusikkan saya ini kemudian membuat saya mengambil keputusan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Lalu bagaimana pembiayaannya, mengingat gaji seorang guru baru belumlah bisa untuk saya gunakan untuk studi lanjut? Mulailah saya mencari informasi terkait informasi beasiswa yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan saya dan mempelajari segala prasyaratnya. Ada beberapa beasiswa yang masuk dalam list saya. Namun ada satu beasiswa yang sangat menarik perhatian saya, sekaligus dengan predikatnya yang konon katanya adalah beasiswa terbaik ketiga dunia. Saya yakin, teman-teman pasti sudah bisa menebak beasiswa apa itu. Yap, LPDP!

Akhir bulan Februari, saya memutuskan untuk mengikuti seleksi LPDP batch ke-2 tahun 2016. Setelah membuat keputusan ini saya kemudian mempersiapkan segala persyaratan. Persyaratan untuk mendaftar beasiswa LPDP dapat dicek di sini.

Langkah pertama yang saya ambil adalah menghubungi dosen pembimbing saya untuk minta saran dan nasehat untuk studi lanjut saya dan yang terpenting adalah SURAT REKOMENDASI. Beliau sangat mendukung sekali dan memberikan banyak masukan dan nasehat. Satu surat rekomendasi pun saya kantongi. Surat Rekomendasi kedua saya dapat dari ketua organisasi tempat saya selama ini belajar. Proses pembuatan Surat Rekomendasi Kedua ini dilaksanakan pada saat injury time mengingat kakak saya ini memiliki jam terbang yang sangat tinggi.

Langkah kedua adalah melakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Pemerintah. Tes Kesehatan yang saya jalani terdiri dari dua paket. Paket pertama untuk Surat Keterangan Bebas Narkoba, dan paket kedua untuk Surat Bebas TBC. Khusus Surat Bebas TBC diwajibkan untuk candidate yang ingin melanjutkan studinya di luar negeri. Mengenai Tes Kesehatan ini akan saya bahas dalam postingan khusus.

Langkah ketiga, saya mulai mengumpulkan berkas-berkas ijazah dari semua tingkat pendidikan, serta piagam-piagam penghargaan, dan sertifikat-sertifikat bukti keikutsertaan organisasi maupun kegiatan. Kemudian berkas-berkas tersebut saya scan dan saya bedakan ke dalam folder-folder tersendiri, dengan tujuan pada waktu upload dokumen saya tidak kesulitan.

Langkah keempat, saya menulis essay Sukses Terbesar dalam Hidupku dan Kontribusiku bagi Indonesia serta menuliskan rencana studi. Terkait dengan menulis essai ini, saya akan berbagi tips di postingan khusus.

Setelah semuanya lengkap, saya kemudian melakukan pendaftaran online dengan terlebih dahulu membuat akun di website LPDP. Isian dalam borang pendaftaran sangatlah banyak, saya pribadi tidak langsung mengisi seluruh aplikasi dalam sekali duduk, namun saya bagi dalam beberapa waktu mengingat saya memiliki jadwal mengajar.

Pada tanggal 27 Maret 2016, saya dinyatakan lulus seleksi tahap pertama dan harus mengikuti seleksi tahap kedua yang terbagi menjadi tiga bagian, yakni On The Spot Essay Writing, Leaderless Group Discussion (LGD), dan Wawancara. Saya mengikuti seleksi di Kota Yogyakarta. Yogyakarta mendapat jadwal tanggal 16-18 Mei 2016. Untuksaya, saya mendapat jadwal seleksi tahap kedua pada tanggal 16 Mei 2016. Pada tanggal 10 Juni 2016, pengumuman kelulusan pun tertulis dalam akun LPDP saya.

Bersyukur adalah hal yang senantiasa dilakukan bahwasannya saya mendapat kesempatan untuk kembali ke bangku perkuliahan dan memperdalam ilmu mengajar secara formal. Alhamdulillah..

Di beberapa postingan selanjutnya, saya akan berbagi tips terkait proses seleksi beasiswa LPDP ini. Sampai Jumpa!

Salam.

Saturday, 19 December 2015

Desember

Halo, tidak terasa ya sudah masuk bulan Desember dan tanggal 19. Tidak terasa juga ketika buka blog sore ini lihat posting terakhir bulan April. Sudah lama sekali tidak menulis blog. Entah kenapa mungkin karena terlalu sibuk dengan media sosial yang makin lama makin menyita perhatian dan waktu di sela-sela jadwal buruh yang ketat. Iya. Sekarang jadi buruh. Buruh yang berangkat kadang pagi kadang siang dan pulang kadang sore kadang malam. Tidak menentu, tergantung jadwal. Jadwal seorang honorer lepas dan freelancer. Ya begitulah.

Kemarin adalah hari terakhir dan setelah semua nilai diserahkan dari tingkat TK, SMP, SMA, untung yang satu tidak minta setor nilai juga, akhirnya sekarang bisa bernapas. Bernapasnya setengah lega karena waktu lihat buku rekening, rekeningnya kurus kering. Coba gemuk, bisa lega yang lega banget. Ah, lagi-lagi diri kurang bersyukur ya.

Bagaimanapun ini sudah bulan Desember. Bulan terakhir di tahun 2015. Waktu lihat ke belakang lagi, dan mengingat-ingat apa yang sudah dilakuin dan dikerjakan rasanya ada stagnansi yang entahlah bagaimana rasanya tidak bisa diekspresikan, tidak bisa diungkapkan, sampai akhirnya sore tadi nekat banget kirim wassap ke salah satu kakak bilang mau curhat. Tapi waktu ditangggapin tidak tahu apa yang mau dicurhatin. Sampai akhirnya ngomong yang apalah dan ditanggapi yang apalah dan berakhir apalah juga. Untung bukan apa-apaan.

Wednesday, 4 February 2015

23

I only have one thing that I hate in this world and that was getting older! People get older year by year and I just hate it. That’s why for past four years I hide my birthday in facebook. I didn’t like someone gimme birthday greeting since it reminded me that I am getting older. Besides I didn’t like someone gimme birthday greeting just they thought that they had to greet me for my birthday without sincerely wanted to. So in every year I would spent my birthday with people who really care and sincerely gimme birthday greeting and surprises. It was what I thought for past four years.

This year, exactly two days before my birthday, I decided to open my birthday into public and my intention for doing that is to try something that I hate most, accepting birthday greeting from people who know my birthday from facebook and realized that maybe some of them just send me the birthday greeting just because they have to without they want to.

In the morning, I woke up because of the ringing of my phone. I checked and the name of my old friend  appeared. She is one of my best friend since I was in Junior High School and she is one of my friends who always gimme birthday greeting in my birthday, and she always became the number one who greet me in my birthday after my mom and dad. Unfortunately after my age now, there is no man who became the first person to say happy birthday to me and I am okay. LOL

Nadiah, the name of my friends, send me a message through SMS and Line. She gave a good effort to make my birthday, this one was a meme she send to me. (ps. Thank you for giving me this, Nad although this wasn’t your first time giving me such a greeting).

Nadiah's birthday greeting

After Nadiah, honestly I waited people to write on my wall since I open my birthday into public (it’s funny since I was waiting), but there was no one, and what surprised me was friends, new and old, send me short message service and greeted me. Some of them I didn’t know who since I changed my phone but I could feel their sincerity. Besides, friends also greeted me through whattsap, Line, and Facebook Messenger. Some of them send me cute pictures, and I am fuckin' love those all.

But I still curious why there was no one wrote on my wall and I asked my brother to check my facebook account and I remember that few months ago when I was abroad I changed my facebook setting and didn’t allow people to write in my wall. -.-

Because of that I realized that all this time I was too arrogant related to what I thought about others. And I do realized that I the one who do not have sincerity to say happy birthday to my friends. I forgot their birthday, even when facebook reminded me about my friends’ birthday I kept ignore it and did not care about it.

I do apologize about this arrogance and I do appreciate everyone who constantly saying happy birthday to me every year even I didn’t do the same thing to them. I am grateful since now I know that I am surrounded by people whom care, and love me.

***

In the night through skype one of my friends asked me what I did in my birthday, and I didn’t know what I should answer since there was no surprise on that day and I was busy with thingy job.

One day after my birthday, I came to Rumah Hebat Indonesia to talk about outing class that will be held this weekend. After I parked my motorcycle, one of Adek RHI approached me and engaged me to go to her house. I didn’t know what’s going on since she didn’t allow me to go to RHI. After 10 minutes, Selo came to her house and told that I should came to RHI now.

He opened the door and RHI was full of adek-adek RHI who surprised me with a bread and three little candles. Chandra, one of Adek RHI, gave me flowers suddenly after I entered the room while others singing happy birthday for me. I couldn’t write what I felt that time. I was too speechless to express my feeling. They really made my birthday, yes they did!

Here they are. Adek-adek RHI and me.
Sure I love them and I didn't know when it started.
Here I inserted the video when Adek-adek RHI gimme birthday surprised. 



And now please welcome two digits of my age this year! 23! 
Following is two birthday greetings from my beloved friends.

This one was birthday greeting from Agus Widodo

This birthday greeting was from little Wafa and her mother. So cute!

And so many birthday greetings came to me but I couldn't show it there.
For you who send me birthday greeting on my birthday, I am really glad received all of that. Thank you for all the wishes and hopes, I am amen-ing all of the prayers. Thank you friends. Hope to see you all near time.